Senam Irama: Pengertian, Sejarah, Prinsip, Macam, Unsur dan Manfaatnya

Secara umum, cabang olahraga senam terbagi atas 5 macam, yaitu senam artistik, aerobic, trampolin, akrobatik dan irama.

Senam irama menjadi salah satu senam yang seringkali diperlombakan dalam olimpiade ataupun tingkat lainnya. Senam ini sangat berbeda dari yang lain karena memperlihatkan gerakan tubuh yang indah.

Pada perkembangannya, senam ini kemudian mengadopsi beberapa gerakan tari balet yang memang identik dengan perempuan. Hal tersebut kemudian berangsur selama bertahun-tahun dan hingga sekarang ini masih didominasi oleh kaum perempuan.

Meskipun sejak zaman dahulu senam irama memang dikhususkan untuk kaum perempuan saja, namun Jepang pada beberapa tahun silam menciptakan senam irama untuk kaum laki-laki.

Alasan mengapa senam ini dikhususkan untuk perempuan karena pada mulanya lahir di Eropa yang merupakan wilayah dengan pakar bidang seni yang baik.

Pengertian Senam Irama

senam irama

Senam irama atau senam ritmik merupakan salah satu senam yang memiliki gerakan bebas, namun di setiap pergerakannya menyesuaikan musik atau irama yang mengiringinya.

Ada senam irama yang menggunakan alat ataupun tanpa menggunakan alat tergantung dari bidang mana yang dipilih. Gerakan yang termasuk dalam senam ini diantaranya berlari, melompat, putaran tangan hingga ayunan.

Di dalam blog onoini.com anda akan menemukan pembahasan lebih lengkap tentang senam dan dunia olahraga.

Senam ini masuk dalam salah satu jenis senam yang bisa dilakukan oleh sekelompok atlet ataupun seorang atlet tunggal. Koreografi senam irama sangat khas dengan akrobatik, tari modern hingga balet.

Tidak mengherankan jika senam ini memiliki nilai seni yang tinggi dan beberapa orang terpakau dengan setiap penampilan yang ditampilkan, baik secara individual ataupun kelompok.

Sejarah Senam Irama

Munculnya senam irama dipelopori oleh gagasan 3 tokoh, yaitu Rudolf Bode, Francois Delsarte dan Jean Georges Noverre. Ketiganya beranggapan dan mempercayai bahwa ekspresi gerak itu sangat penting, terlebih ketika seseorang menggunakan tubuhnya untuk menciptakan keindahan tarian melalui rangkaian gerak.

Pada abad ke-19, gagasan tersebut kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Peter Henry Ling yang diterapkan pada sistem latihan dengan sebutan Swedish System.

Latihan tersebut berisikan tentang bagaimana seorang individu atau atlet dalam mengekspresikan dirinya melalui gerakan tubuh. Gagasan ini kemudian dikembangkan lagi oleh Catharine Beecher pada tahun 1837.

C. Beecher mengembangkannya dalam program latihan yang diciptakannya, yaitu grace without dancing. Sebuah latihan senam khusus perempuan yang dalam latihannya menggunakan musik, kemudian mulai menggerakkan tubuh dari gerakan sederhana ke gerakan yang lebih kompleks.

Mulai dari situlah kemudian muncul gerakan tubuh, ekspresi dan berbagai musik baru yang berkembang hingga saat ini.

Prinsip Senam Irama

1. Irama

Irama tidak melulu soal musik yang mengiringi seorang atlet untuk menciptakan gerakan senam, tapi bisa tentang ritme gerakan tubuh. Tempo gerakan disini beragam, mulai dari tempo cepat, lambat ataupun sedang yang didasari oleh ketukan tempo 3/4, 4/4, 2/3 dan sebagainya.

Irama atau musik disini berperan untuk mendorong seseorang untuk menghayati dalam menggerakkan tubuh.

2. Fleksibilitas

Fleksibilitas merupakan kemampuan seorang atlet dalam menciptakan berbagai macam gerakan tubuh, baik itu menggunakan alat ataupun tidak.

Proses latihan fleksibilitas ini dimulai sejak pertama kali bergabung untuk bekal menjadi profesional. Setelah profesional sekalipun, fleksibilitas ini tetap dilatih agar dapat menampilkan yang terbaik.

3. Kontinuitas Gerakan

Kontinuitas gerakan merupakan koreografi utuh yang terdapat pada senam irama. Koreografi yang dimaksud merupakan rangkaian dari gerakan yang tersusun atas konsep dan gagasan yang kuat.

Dalam arti lain, kontinuitas gerakan merupakan penyampaian sebuah cerita melalui gerakan tubuh. Memang sulit dalam menyampaikan sesuatu melalui gerakan, namun banyak penonton yang terpukau dari gerakan tersebut.

Jenis Jenis Senam Irama

Individu

Jenis senam ritmik yang dilakukan seorang individual untuk menampilkan gerakan koreografi yang telah dipelajari, baik itu menggunakan alat ataupun tidak.

Apabila tidak menggunakan alat, umumnya atlet akan menampilkan gerakan yang rumit dan dikombinasikan dengan gerakan lain untuk menciptakan koreografi yang indah.

Kelompok

Sesuai dengan namanya, jenis senam irama ini dilakukan secara berkelompok. Setiap individu setidaknya dapat menggunakan salah satu alat yang digunakan pada senam irama untuk melengkapi koreografinya.

Sehingga dalam pertunjukkan nanti dapat terlihat kolaborasi antara gerakan tubuh yang indah dengan alat yang digunakan.

Macam Macam Senam Irama

Menggunakan Alat

Alat yang biasa digunakan pada senam irama diantaranya simpai, selendang, tali hingga bola. Masing-masing setidaknya harus memiliki keahlian dalam menguasai salah satu alat tersebut.

Senam ini menggabungkan beberapa unsur, yaitu ketepatan, fleksibilitas, kelenturan hingga keluwesan dalam mengikuti musik yang mengiringi.

Tanpa Menggunakan Alat

Senam yang tidak menggunakan alat berfokus pada gerakan tubuh yang menyesuaikan dengan irama musik yang mengiringinya. Senam jenis ini memungkinkan setiap atlet untuk mengayunkan kedua lengannya secara bebas ke arah depan, belakang, samping ataupun gerakan samping ke atas.

Kebebasan dalam menggerakkan kaki menjadi ciri khas dari senam tanpa menggunakan alat ini.

Unsur Unsur Senam Irama

  • Kelenturan – Kelenturan senam irama berhubungan dengan pembentukan gerakan tubuh yang lentur karena nantinya berpengaruh pada gerakan yang dihasilkan.
  • Keseimbangan – Keseimbangan berhubungan dengan koreografi dari senam yang menuntut seseorang harus memiliki keseimbangan tubuh yang baik.
  • Keluwesan – Keluwesan berhubungan dengan adanya improvisasi gerakan dan penampilan gerak yang indah untuk diperlihatkan.
  • Kekuatan – Kekuatan menjadi pondasi utama dalam senam irama karena akan memengaruhi seorang atlet dalam melakukan gerakan, baik gerakan mudah ataupun sulit sekalipun.
  • Keterampilan – Keterampilan berhubungan dengan kreativitas gerakan yang ditampilkan ketika perlombaan ataupun tidak.
  • Ketepatan – Ketepatan berhubungan dengan perhitungan yang matang dan umumnya berlatih langsung dengan musik yang mengiringinya.

Tujuan Senam Irama

Pada dasarnya senam ini seringkali diperlombakan, bahkan diperlombakan dalam olimpiade yang notabenya adalah perlombaan tingkat internasional.

Dalam sebuah kompetisi, senam irama bertujuan untuk mendapatkan skor terbaik agar mendapatkan kemenangan. Berbeda lagi jika senam ini ditujukan kepada penonton, maka tujuannya adalah untuk menghibur.

Menghibur dengan menampilkan gerakan-gerakan yang membuat penonton menjadi takjub dan seringkali bertepuk tangan setelah penampilan selesai.

Dalam menampilkannya, seorang atlet tentunya akan berlatih mulai dari gerakan mudah hingga sulit.

Dari sini tujuan senam irama bagi para atlet adalah menampilkan yang terbaik, bahkan mencapai batas dirinya dan apabila berhasil akan menjadi pencapaian yang luar biasa.

Manfaat Senam Irama

1. Kesehatan Fisik

Melakukan senam irama secara tidak langsung akan berdampak baik bagi kesehatan fisik, seperti menjaga kesehatan jantung hingga paru-paru. Disisi lain, gerakan yang rumit membuat seseorang menjadi lebih bergerak secara aktif dan dapat membantu membakar lemak serta kalori.

Adanya pembakaran lemak tentunya akan membantu seseorang dalam menurunkan berat badan dan membentuk tubuh yang ideal.

2. Melatih Interaksi Sosial

Pada senam irama dalam bentuk kelompok, tentunya membutuhkan komunikasi antar anggotanya. Disini kemudian tercipta interaksi sosial antara satu dengan yang lainnya agar menciptakan gerakan yang padu dan indah.

Secara tidak langsung masing-masing individu yang terlibat akan terlatih interaksi sosialnya menjadi lebih baik.

3. Mental Lebih Baik

Setiap gerakan pada senam irama pada dasarnya sesuai dengan musik yang mengiringinya. Secara tidak langsung seseorang akan belajar menghayati musik dan membuat gerakan menjadi lebih seimbang dan luwes.

Kombinasi antara musik dan gerakan yang ditampilkan bisa membantu menjaga mental agar tetap sehat karena adanya relaksasi yang baik.

Itive
No Comments
Posted in:
Olahraga
Comments
There are no comments yet.
Write a comment
Your comment
Name
Email